Penduduk Negeri Maksiat
kesesatan menjarah jiwa-jiwa yang sedang kelaparan sejak
ditinggalkan oleh damai yang berkhianat karena dusta sudah
menjadi kelaziman yang pernah diperkuat oleh fitnah yang selalu dijalankan dalam basa-basi yang selalu diucapkan
kini waktunya hari-hari mengaisi pagi siang sore dan malam mencari sisa-sisa kebaikan yang telah dibuang dalam keranjang sampah maksiat yang selalu dijinjing sepanjang jalan dan dilemparkan pada sela-sela acara yang memenggal drama-drama pelacuran yang selalu ditayangkan untuk menghiasi kehidupan yang selalu penuh kedengkian dan caci maki
terserah pada kemaluan siapa akan kau adukan nasibmu yang
tidak sebaik para begajulan yang selalu berdiri di perempatan
menjajakan kemunafikan dan kekejian untuk lauk pauk makan malam nanti di saat laki-laki menaruhkan nasib pada kartu remi dan domino sedangkan perempuannya mengubah nasib dengan mengangkang
tak ada lagi kesejahteraan di bumi yang kautinggali
2 Februari 1999
Selasa, 02 Februari 1999
Penduduk Negeri Maksiat
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar